Sunday, October 27, 2013

Tips Menjaga Baterai Laptop

Tips Menjaga Baterai Laptop


Assalamu’alaikum....
       Kali ini saya mau berbagi pengalaman nih tentang ngejaga batetai laptop biar gak cepet jebol,..

          Maksudnya baterai laptop yang jebol bukan berarti bterainya meldak yah tapi daya yang di hasilkan baterai gak tahan lama , misalnya kita udah charger baterai sampai 100% dah biasanya kita bisa pakai sampai 5-6 jam , eh dan sekaran Cuma 5 menit mungkin udah mati.
Nah karana itu , saya mau bagi tips nih, yahhh tapi ini dari pengalaman ,dari teman-teman , dan dari buku yang pernah saya baca sih.

        Tapi inget , walau baterai udah di jaga seperti apapun, bateri  itu ada daya tahan nya, jadi inti nya kalo udah pada massa baterai itu rusak , yah mau gak mau kita mesti ganti deh ^,^...
Nih tips nya :

  1.  Jangan paksakan Laptop/notebook/netbook digunakan sampai keadaan benar” mati/ sampai 0%, kan biasya sistem akan kasih tau kita kalo udah 10% / 7% , nah kalo udah di kasih tau mending cepet” di cash deh,karna kalo sampai 0% itu bisa menimbulkan efek yang kurang baik.
  2.  Usahakan kalo cas baterai laptop jangan di copot-cabut-copot-cabut, kasihan adaptor nya karna kalo listriknya gak stabil bisa ngerusak adaptor carger dan kalo udah adapternya rusak yah bisa berdampak buruk ke baterai.
  3. Kalo kalian ingin menggunakan laptot nanati” atau mau di tinggal laptopnya , mending jangan keadaan sleep, saya saran mending dalam keadaan hybernet aja, karna daya yang di gunakan lebih sedikit daripada mode sleep.
  4. Jika kalian pengguna laptop yang berlebihan bisa mengakibatkan laptop jadi panas kan, nah itu juga gak baik buat baterai, saya saran sih kalo mau pakai laptop dalam jangka waktu yang cukup lama mending pake kipas tatakan atau pendingin atau bisa juga di ruangan ber AC biar suhu laptopnya bisa turun.
  5. Nah kalo kalian ingin ngegame mending kalian lepas baterai laptop kalian(ini saran dari teman saya), tp menurut saya kalo keseringan di lepas-pasang-lepas-pasang nanti bisa berakibat merusak pengunci baterai, nah kalo mau nge-game mending di Pc aja yah kalo sayang sama laptopnya sih .
  6. Jangan gunakan laptop di tempat” yang bisa nutup lubang hawa mesin (kasur, di atas bantal,dll) karna nanti panas yang di hasilkan kag bisa keluar, kalo mau di tempat” yang ber-tatakan yang keras (meja, dll).



Saturday, October 26, 2013

KONFLIK DALAM ORGANISASI

KONFLIK DALAM ORGANISASI


Reaume :


Organisasi adalah suatu tempat di mana banyak orang berkumpul dan saling berinteraksi satu sama lain. di dalam organisasi pasti pernah mengalami konflik. Baik konflik antar organisasi atau anggota di dalamnya. Konflik yang terjadi bisa karena permasalahan yang biasa ataupun permasalahan yang benar-benar penting. di dalam organisasi tersebut pasti juga terdapat beberapa pemikiran yang berbeda-beda.

Pemikiran yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu timbulnya konflik. Konflik dalam organisasi sering dilihat sebagai sesuatu yang negatif Akan tetapi tidak semua konflik merugikan, asalkan konflik tersebut dapat di jadikan pemikiran yang positif maka dapat menguntungkan organisasi itu sendiri. Dan menjadikan konflik dalam suatu organisasi tersebut sebagai sebuah pembelajaran dan bagian pertimbangan atas banyaknya pemikiran-pemikiran yang berbeda pada setiap anggota organisasi.

Jenis konflik pun bermacam-macam contohnya :Jenis konflik pun bermacam-macam contohnya :
1.         Konflik dalam/pribadi ,contohnya kesalah pahaman, miss komunikation.
2.         Konflik klompok ,contohnya permusuhan antar geng.
3.         Konflik terorganisir , contohnya polisi melawan pendemo.
4.         Konflik politik , contohnya partai A melawan partai B karena suatu alasan politik dalam.

Ketika timbulnya Konflik maka ,pemimpin suatu organisasi atau pun orang di sekitar harus ikut serta dalam meredakan atau menyelesaikan konflik tersebut, nah cara untuk penyelesaian nya ada banyak ,beberapanya adalah :

1.         Setiap anggota harus bersikap Aktif dalam membantu menyelesaikan konflik yang timbul ,           sebab jika seluruh anggota tidak ada sikap kepedulian maka konflik yang ada akan semakin           besar dan pada akhirnya akan menimbulkna perpecahan dalam suatu organisasi tersebut.

2.         Komunikasi yang lancar juga dapat menuntaskan suatu konflik yang ada, sebab jika                   anggota organisasi tersebut melakukan komunikasi yang lancar maka tidak akan ada kesalah         pahaman antara anggota yang satu dengan yang lainnnya.

3.         Setiap  anggota  harus  terbuka supaya konflik tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan           dengan baik. Dengan keterbukaan konflik yang terjadi dapat ditangani sehinggakonflik yang          ada akan terselesaikan.

ARTI PENTING ORGANISASI BERMASYARAKAT

ARTI PENTING ORGANISASI BERMASYARAKAT
Resume:
Organisasi ialah sekumpulan orang dua atau lebih yang berkumpul dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
Di dalam berorganisasi harus memiliki prinsip yaitu :
  1.   Organisasi tersebut harus memiliki tujuan yang cukup jelas,karena ketika kita hendak      membuat suatu organisasi hal pertama yang terpikir adalah tujuan mengapa kita  melakaukan kegiatan tersebut.
  2.   Yang ke dua adalah pemimpin yang bijaksana. Hal ini cukup penting sebab tanpa adanya  pemimpin maka organisasi tersebut tidak ada yang mengatur kendali dan menyebabkan  suatu kegiatan yanga dilakukan dapat terhenti.
  3.    Adanya pembagian kerja, jika sudah ada seorang pemimpin maka yang selanjutnya  adalah pembagian kegiatan , karena jika suatu kegiatan tersebut hanya di lakukan oleh  seorang ssaja maka kegiatan tersebut tidak akan berjala dengan lancar.
  4.   Organisasi harus memiliki tanggung jawab, hal ini tidak kalah penting dari perinsip-  prinsip di atas sebab tanpa ada nya suatu tanggung jawab yang di pegang oleh masing-  masing anggota maka tujuan yang ingin di capai tidak akan berhasil untuk di jalankan.

Organissasi  di bedakan menjadi dua macam yaitu  :
  1.     . Organisasi Formal.

Ialah organisasi yang terbentuk secara terorganisir dan melalui tahapan-tahapan yang sistematis dan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Contohnnya : pembentukan organisasi PBB, pembentukan OSIS, dan lain sebagainya.

   2       Organisasai informal.

Ialah organisasi yang terbentuk karena adanya faktor ketidak sengajaan dalam mencapai suatu tujuan.
Contohnya : kelompok belajar, dll.

        Apakah peranpenting organisasi dalam masyarakat?, organisasi memiliki peran penting dalam masyarakat karena organisasi dapat mengajak masyarakat utuk untuk aktif dalam kehidupannya, organisasi juga dapat menambah wawasan kita sebagai masyarakat, menambah jalin hubungan antara satu dengan yang lainnya, dan dapat menyelesaikan suatu permasalahan secara bersama-sama. 

Thursday, October 17, 2013

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI


1.    Definisi
Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.

Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.

Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

2.    Faktor-Faktor Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
            Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi.Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.

            Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
·         Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan.Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya.Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya.Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu.Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
·         Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
§  Problem hubungan antar anggota,
§  Problem dalam proses kerja sama,
§  Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi.Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem.Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.



3.    Proses Perubahan.
Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi.Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.
·         Dorongan untuk Berubah
Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan untuk berubah, yang berasal dari:
·         Dorongan Eksternal
Dorongan eksternal yang mendorong organisasi untuk mengadakan perubahan berasal dari lingkungan umum organisasi. Adanya aturan baru dalam produksi dan persaingan, politik, hukum baru, keputusan pengadilan, dan sebagainya akan mempengaruhi organisasi. Disamping itu, berbagai dimensi seperti teknologi, ekonomi dan sosiokultural juga mempengaruhi organisasi untuk melakukan perubahan.
·         Dorongan Internal
Pada dasarnya dorongan internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Adanya revisi strategi organisasi oleh manajemen puncak, akan menghasilkan perubahan organisasi. Dorongan internal lainnya mungkin direfleksikan oleh dorongan eksternal. Misalnya, sikap pekerja terhadap pekerjaannya akan bergeser, seiring bergesernya nilai sosiokultural.
Akibatnya mereka menuntut suatu perubahan dalam jam kerja, atau perubahan kondisi kerja.
4.    Jenis Perubahan Dalam Organisasi
Secara umum ada dua jenis perubahan dalam Organisasi :
§  Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.
§  Perubahan Reaktif
Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

5.    Langkah-langkah komprehensif dalam proses perubahan.
            Ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. Langkah-langkah tersebut yaitu:
§ Mengenali kebutuhan akan perubahan
§ Menetapkan tujuan perubahan
§ Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan
§ Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan
§ Merencanakan implementasi untuk perubahan
§ Mengimplementasikan perencanaan perubahan
§ Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut

6.    Ciri-Ciri Pengembangan Organisani.
Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
§  Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
§  Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
§  Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
§  Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
§  Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
§  berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
§  Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Apabila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai :
Organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

7.    Metode Pengembangan Organisasi.
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam dua macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1)      Metode Pengembangan Perilaku, meliputi :
·       Jaringan Manajerial (Managerial Grid)
Jaringan manajerial atau kisi manajerial (managerial grid), disebut juga latihan jaringan (grid training), adalah suatu metode pengembangan organisasi yang di dasarkan jaringan manajerial. Teori ini di pelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Dalam metode ini dikenal dua dimensi dua perilaku pimpinan, yaitu perilaku pimpinan yang memusatkan perhatian pada produksi, dan perilaku pimpinan yang memusatkan eprilakunya pada orang. Dari segi intensitasnya, seorang pimpinan mungkin dapat menerapkan sekaligus dua perilaku tersebut dalam intensitas yang sama atau berbeda.
·       Latihan Kepekaan
Latihan kepekaan (sensitifity training) merupakan latihan dengan kelompok. Oleh karena itu metode ini di namakan pula metode T-groupe (T= Training). Dalam metode ini yang di maksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi di sebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapai tujuan. Metode ini beranggapan bahwa apabila persoalan emosional itu dapat di atas maka dengan sendirinya kesulitan untuk beradaptasi dapat di hilangkan.
Oleh karena itu tujuan dari pada latiahan kepekaan adalah mempertajam daya peka, perasaan (emosi), dan kecepatan reaksi dalam menghadapi beberapa persoalan. Dalam latihan ini anggota kelompok di beri movasiuntuk belajar mengenai diri sendiri dalam menghadapi orang lain, kebutuhan dan sikap mereka sendiri. Sikap ini dapat terungkap melalui dua jalur, yaitu melalui mereka sendiri terhadap orang lain, dan melalui prilaku orang lain terhadap diri mereka sendiri.
·       Pembentukan Tim
Pembentukan Tim (Team Feedback) adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku,sikap,serta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian di susun dan di kembangan kepada para anggota organisasi yang telah di survai untuk didiskusikan. Dari hasil diskusi akan di perpleh umpan balik (feedback) dari para anggota organisasi yang telah di survey, apakah perlu di adakan perubahan atau tidak.
·       Umpan Balik Survei
adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
 2)      Metode Pengembangan Ketrampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Metode pengembangan ketrampilan dan sikap ini meliputi :
a)      On The Job Training
Latihan ditempat kerja (on the job training ) ialah latihan kerja ditempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Didalam latian ini instruksi- instruksi diberikan langsung kepada anggota organisasi ditempat kerjaanya, baik yang bersifat kerja sama maupun yang  bersifat perseorangan. Dengan latihan ini diharapkan para anggota organisasi lebih mampu menjalankan dan lebih menguasai pekerjaannya.
Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dalam latihan  ditempat kerja ini, antara lain :
·           Sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan manjalankan latiahan .
·           Presentasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang. Hal ini sangat berbeda apabila dibanding  dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang diluar  tempat kerja kan melibatkan sebagian presentasi hilang apabila peserta latian kembali ke tempat kerjanya masing-masing
b)      Job Instruction Training
Adalah dengan memberikan petunjuk-petunjuk pekerjaan secara langsung pada pekerjaan dan terutama digunakan untuk melatih para karyawan tentang cara-cara pelaksanaan pekerjaan sekarang. Pada metode ini didaftarkan semua langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pekerjaan sesuai dengan urutannya.
c)      Of The Job Training
Metode off the job adalah pelatihan yang menggunakan situasi di luar pekerjaan. Dipergunakan apabila banyak pekerja yang harus dilatih dengan cepat seperti halnya dalam penguasaan pekerjaan, di samping itu juga apabila pelatihan dalam pekerjaan tidak dapat dlakukan karena sangat mahal.
·       Lecture
                      Merupakan metode pelatihan dengan memberikan kuliah atau ceramah dalam rangka penyampaian informasi-informasi yang dibutuhkan petatar Metode ini mengeluarkan biaya yang tidak tinggi, namun kelemahannya adalah peserta kurang partisipasi dan kurang respon.
·        Video Presentation
Adalah prestasi yang dilakukan melalui media televisi, film, slides dan sejenisnya serupa dengan bentuk lecture.
·       Role Playing
Merupakan suatu permainan peran yang dilakukan oleh peserta untuk memainkan berbagai peran orang tertentu dan diminta untuk menanggapi para peserta lain yang berbeda perannya. Teknik ini dapat mengubah sikap peserta, seperti misalnya: menjadi lebih toleransi terhadap perbedaan individual dan juga dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan antar pribadi.
·       Case Study
Merupakan metode pelatihan dimana para peserta pelatihan dihadapakan pada beberapa kasus tertulis dan diharuskan memecahkan masalah-masalah tersebut.
·       Simulation
            Simulasi merupakan suatu situasi atau kejadian yang ditampilkan semirip mungkin dengan situasi yang sebenarnya, tetapi hanya merupakan tiruan saja dan para pelatihan harus memberikan respon seperti dalam kejadian yang sebenarnya. Jadi simulasi merupakan suatu teknik untuk mencontoh semirip mungkin terhadap konsep sebenarnya dari pekerjaan yang akan dijumpai.

·       Self Study
Merupakan teknik yang menggunakan modul-modul tertulis dan kaset-kaset atau video tape rekaman dan para peserta hanya mempelajarinya sendiri. Teknik ini tepat digunakan apabila jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan dalam jumlah yang besar, pada karyawan tersebar di berbagai lokasi yang berbeda-beda dan sulit mengumpulkan para karyawan sekaligus untuk bersama-sama mengikuti program pelatihan tertentu.
·       Programmed Learning
Dalam metode ini, diberikan beberapa pertanyaan-pertanyaan dan para peserta pelatihan harus memberikan jawaban yang benar. Metode ini dapat juga melalui komputer yang sudah mempunyai program tersendiri agar para peserta dapat mempelajari dan memperinci selangkah demi selangkah dengan umpan balik langsung pada penyelesaian setiap langkah. Masing-masing peserta pelatihan dapat menetapkan kecepatan belajarnya.
·       Laboratory Training
Teknik ini adalah merupakan suatu bentuk latihan kelompok yang terutama digunakan untuk mengembangkan ketrampilan-ketrampilan antar pribadi. Latihan ini bersifat sensivitas, dimana peserta menjadi lebih sensitif terhadap perasaan orang lain dan lingkungan. Laboratory Training ini berguna untuk mengembangkan berbagai perilaku bagi tanggung jawab pekerjaan di waktu yang akan datang.
d)      Vestibule Training
Merupakan pelatihan yang dilakukan dalam suatu ruangan khusus yang terpisah dari tempat kerja biasa dan disediakan jenis pelaralatan yang sama seperti yang akan digunakan pada pekerjaan sebenarnya. Latihan ini berguna sebagai pendahuluan dari latihan kerja.




Thursday, October 3, 2013

Opinion


Assalamu’alaikum....

Saya akan ber opini tentang seorang dosen softskill saya yaitu “Teori Organisasi umum”  yang bernama IBU. IRA PHAJAR LESTARI, pada saat pertama kali saya di ajar oleh beliau dan sekaligus juga saya pertamakali saya bertemu dengan beliau, menurut saya ia adalah seorang dosen yang cukup cerdas , baik, sopan, ramah , dan bijaksana. Beliau memberikan pencerahan ataupun motifasi yang sangat sekali bermanfaaat bagi diri saya sendiri khususnya.

 karena berkat motofasi yang beliau sampaikan, saya berfikir bahwa saya harus dapat mengubah prilaku yang buruk pada diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik lagi, . menurut saya kata-kata atau  pengarahan yang beliau sampaikan amat lah baik dan juga sangat berguna dalam menjalin koamunikasi yang baik, silahturahmi dan dalam membangun sikap sosialisme diri sendiri , contoh nya saja ketika beliau menyampaikan bahwa kita itu harus bersikap ramah dan saling menghormati kepada semua kalangan baik dari teman, dosen, orang tua, office boy, satpan, dan profesi lainnya....

Akan tetapi ketika beliau memberi tugas-tugasataupun makalah,  menurut saya amatlah terlampau banyak tugas yang beliau berikan, yah... walaupun tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan tugas tersebut, yah mungkin ada hikmah baik nya dari semua itu...

Mungkin itu pendapat yang bisa saya berikan kepada ibu. Ira, jika ada hal yang kurang baik ataupun dapat menyinggung ibu ira , saya mohon maaf .... sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum...

Saturday, September 7, 2013

Watching Film Anime Lengkap (Streaming)

Hello Guys,....
Kali ini Saya akan memberi sedikit info bagi yang Suka nonton anime,Dari yang JADUL atau yang Terbaru , nah cocok nih buat kalian yang kangen sama film-film anime masa kecil kalian seperti doraemon,dan lain" ^,^.
Di sini Saya akan memberi link nya khusus buat kalian. Di coba yah.. ^^








Ok tanpa Basa-Basi lagi saya kasih nih Link nya,>> Klik <<  !!!!!!!!!!!!!
safely enjoy watching anime.....

Friday, May 10, 2013

Ilmu Budaya Dasar


Manusia dan Keadilan
Salah satu faktor yang perlu kita di perhatikan di negeri kita  adalah  Keadilan,sebab keadilan di negeri ini cukup memprihatinkan salah satu contoh nya adalah dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di daerah-daerah .
Contoh kecilnya saja yaitu Kondisi sekolah di daerah terpencil pada sejumlah wilayah di Jawa Timur yang mengenaskan , Seperti Sekolah dasar Negeri (SDN) Kupang III, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, sebagian besar ruang kelas rusak, Sarana dan prasarana belajar umumnya sangat minim. Dan Menjadi langganan banjir, baik oleh air hujan maupun luapan air tambak. Jika terjadi banjir terpaksa liburkan sehingga efektivitas belajar hanya 75 persen,Tunjangan guru-nya pun untuk sekolah terpencil hanya sebesar Rp 750.000 per bulan,dan itu juga terkdang tersendak pembayaran-nya.hal serupa juga di alami di beberapa sekolah di daerah-daerah pelosok lainnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perhatian dan pengawasan dari instansi terkait terhadap sekolah terpencil sangatlah kurang dibandingkan dengan perlakuan terhadap sekolah di perkotaan, di sini kita dapat melihat kekurang adilan dari pemerintah dalam hal membangun sarana dan prasarana pendidikan di negeri ini.

Manusia dan Derita
Akibat dari kekurang adilan yang terjadi di negeri ini, akan menimbulkan akibat terjadinya penderitaan bagi rakyat di dalamnya. contohnya yaitu akan banyak terjadi pengangguran di mana-mana, akan meningkatkan tingkat kemiskinan, lemahnya akan tingkat pengetahuan pada masyarakat, dan lain sebagainya.
Akibat dari penderitaan yang melanda pada masyarakat itu sendiri adalah akan banyak terjadi tingkat kejahata yang berakibat dari beberapa faktor tersebut,banyak masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal yang memaksa mereka untuk tinggal di pelantaran atau tempat yang seharusnya tidak boleh mereka tempati.dan hal ini dapat mempengaruhi mereka untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum yang di buat oleh negeri mereka sendiri.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes